Memaparkan catatan dengan label DAKWAH. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label DAKWAH. Papar semua catatan

Isnin, 13 April 2009

URGENT! Ukhwah Kita Di Ambang Kemusnahan..

Assalamualaikum semua. artikel ni saya ambil dari seorang sahabat di Indonesi. "We AreMuslim"

semoga Allah merahmati beliau...


"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (Al-Hujuraat: 10).

Seorang muslimah Arab pergi ke pasar Yahudi bani Qainuqa. Ia mendatangi seorang tukang-sepuh untuk menyepuhkan perhiasannya. Muslimah itu bermaksud menunggu sampai selesai, tiba-tiba beberapa orang Yahudi datang mengerumuninya. Dengan nada mengejek, mereka meminta kepada si wanita untuk membuka purdahnya. Permintaan itu ia tolak mentah-mentah.

Namun, secara diam-diam, si tukang sepuh menyangkutkan ujung pakaian yang menutupi seluruh tubuh itu pada bagian punggungnya. Ketika si wanita berdiri, terbukalah aurat bagian belakangnya. Melihat pemandangan itu, orang-orang Yahudi bersorak riang. Si wanita pun menjerit meminta tolong.

Kegaduhan segera terjadi. Seorang mukmin yang kebetulan berada di lokasi segera bereaksi. Secepat kilat ia menyerang tukang sepuh dan membunuhya. Orang-orang Yahudi menjadi murka karenanya. Mereka balas mengeroyok si mukmin hingga terbunuh.

Insiden itu sebagai awal pengkhianatan Yahudi Qainuqa. Sebelumnya, mereka terikat perjanjian untuk hidup damai berdampingan dengan umat Islam. Nyatanya, kedengkian yang memuncak membuat mereka tidak bisa mengendalikan diri. Akibatnya, Rasulullah beserta para sahabat mengepung mereka selama beberapa hari. Mereka kemudian menyerah dan siap menerima hukuman sesuai nota perjanjian. Keputusunnya, mereke diusir dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota Madinah. Ini terjadi pada bulan Syawal tahun kedua hijriah, seperti diriwayatkan Ibnu Hisyam dalam Shirahnya.

Insiden ini menjadi sebuah peristiwa bersejarah. Ia bahkan menjadi pemicu bagi perubahan peta politik Madinah saat itu. Qainuqa mendapat keadilan dengan diusir dari Madinah. Meski ada faktor lain sebelum insiden ini, yaitu kedengkian kaum Yahudi atas kemenangan umat Islam di Badar. Seperti statement mereka ketika menyambut seruan Rasulullah:

"Wahai Muhammad, apa kamu mengira kami seperti kaummu? Janganlah kamu membanggakan kemenangan terhadap suatu kaum yang tidak mengerti ilmu peperangan. Demi Allah, seandainya kami yang kamu hadapi dalam peperangan, niscaya kamu akan mengetahui siapa sebenarnya kami ini." (Al-Buthy, Fiqhus Shirah).

Melihat harga diri saudaranya dilecehkan, begitu besar solidaritas seorang sahabat. Begitu juga kecintaan sahabat terhadap Islam, tidak sudi melihat ajarannya diolok-olok. Begitu besar keputusan yang ia ambil, yang berisiko kematian bagi dirinya. Ia mencintai karena Allah, Ia membenci karena Allah. Dalam Islam, membela kehormatan ('irdl) adalah sebuah kemuliaan.

"Barang siapa terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid, dan barang siapa yang terbunuh karena membela darahnya maka dia syahid, dan barang siapa terbunuh karena membela agamanya maka dia syahid, dan barang siapa terbunuh membela keluarganya maka dia syahid." (HR Tirmidzi dan Nasa'i).

Ubadah bin Shamith, yang memiliki persekutuan dengan Qainuqa, secara tegas menyatakan kepada Rasululullah saw.,

"Sesungguhnya aku memberikan loyalitas kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin, dan aku melepaskan ikatan persekutuan dengan orang-orang kafir tersebut." (Al-Buthy, Fiqhus Shirah).

Apa yang melatarbelakangi sikap-sikap itu? Tak lain adalah cinta. Seperti perkataan Ibnu Qoyyim,

"Pangkal perbuatan dan pergerakan di alam ini adalah cinta dan keinginan. Cinta melahirkan pengorbanan. Cinta memunculkan rasa cemburu dan benci terhadap lawan yang dicinta. Karena itu, kata Rasulullah, Autsaqu 'urol iimaani alhubbu fillahi wal bughdhu fillahi (Ikatan iman yang paling kuat adalah kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah) (R Abu Dawud dan Ahmad). Benci dan cinta adalah setali mata uang.

Karena cintanya terhadap Islam, keimanan sang sahabat terusik manakala menyaksikan pelecehan terhadap saudara muslimahnya. Ubadah bin Shamit demikian juga langsung memutuskan hubungan perlindungan dengan mereka. Mereka ditautkan rasa solidaritas persaudaraan, karena sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Sikap mereka menggambarkan seakan mereka satu bangunan yang saling menguatkan, satu tubuh yang jika ada organ tubuh lain sakit, ia turut merasakannya, seperti pernyataan Rasulullah saw.,

"Permisalan orang mukmin dalam mereka saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menaruh simpati adalah laksana satu tubuh, yang jika salah satu dari anggota tubuh merasa sakit, seluruh anggota tubuh lainnya turut merasakan dampaknya dengan panas atau tidak bisa tidur." (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. juga bersabda, "Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain laksana sebuah bangunan yang sebagaian yang lain dengan sebagian yang lainnya saling menguatkan." (HR Bukhari dan Muslim).

Antara lain karena hal Itulah, mengapa dalam Asy-Syarhul Kabir dijelaskan bahwa ketika seseorang mempunyai kelebihan makanan, sedangkan ia membiarkan orang lain kelaparan hingga mati, maka wajib atasnya membayar diyat (penebus) kematian dengan hartanya sendiri dan harta keluarga dekatnya. Itu jika ia tidak sengaja membiarkannya mati kelaparan, jika ia sengaja, maka ada perbedaan pendapat. Sebagian Ulama berpendapat ia harus membayar diyat dari hartanya sendiri dan tidak boleh dibebankan kepada keluarga dekatnya. Sebagian yang lain berpandangan ia harus diqishas.

Juga karena sebab ini, disebutkan dalam Al-Bahrur Ra'iq,

"Jika ada seorang muslimah di bagian timur ditawan musuh, maka wajib bagi kaum muslimin yang berada di bagian barat bumi untuk membebaskannya."

Cuplikan fatwa ini menggambarkan betapa solidaritas sesama mukmin merupakan hal yang sangat urgen dalam Islam. Muslim laksana satu bangunan yang saling menguatkan. Muslim laksana satu tubuh dan satu jiwa. Derita mereka derita kita, kesulitan mereka kesulitan kita. Jika seorang muslimah saja yang ditawan di belahan timur menjadikan wajib bagi muslimin di belahan barat untuk membebaskannya, maka bagaimana dengan ribuan muslimah yang tidak hanya ditawan, melainkan dianiaya, diperkosa, dibunuh seperti dialami muslimah Bosnia Herzegovina? Bagaimana pula dengan pembantaian yang menimpa muslim Afghanistan, Kasymir, Moro, Maluku, Poso, dan kini Irak?

Sebagaimana penilaian banyak pihak bahwa pemerintah Indonesia hanya basa-basi dalam menyikapi invansi AS ke Irak, penilaian serupa tertuju pada masing-masing pribadi, adakah dalam ukhuwah kita juga hanya berbasa-basi? Sudahkah solidaritas kita selama ini--apapun bentuknya--merupakan perwujudan maksimal dari apa yang kita miliki dan usahakan? Masing-masing kita yang mengetahui jawabannya. Nastaghfirullahal adhim. Wallahu a'lam. (Abu Zahrah)

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Ahad, 22 Mac 2009

Sebab Kepada Sebuah Perjuangan, Bukan Menurut Sahaja apa Orang Lain Kata

Bimillahirahmanirahim..

assalamualaikum sahabat semua. semoga hari2 yg berlalu menjadikan kita hamba Allah yg lebih baik. malah pegangan hidup dan sebab untuk teruskan hidup ini, semakin jelas bila usia semakin menginjak. jgn jadi seperti "pelompat-pelompat parti", atau "penagih2 hiburan". harga sebuah prinsip dan sebab untuk sebuah kehidupan, senang2 tergadai. belum berjuang, dah pun kalah. itulah sebabnya Islam tidak menggalakkan TAQLID. percaya dan ikut membabi buta. kalau org lain sogokkan dengan perkara yang lebih 'best', mudah sgt berpaling. saya bercakap dalam konteks hidup. prinsip dan sebab untuk berpegang kepada sesuatu kepercayaan.

"Islam Pusaka"...bak kata org. kebanyakan dari kita org Melayu khususnya, mmg ambil Islam dari pusaka. jadi tidak hairanlah kalau orang yg baru memeluk Islam lebih baik dari orang Islam yg sudah berpuluh tahun. sebab apa? sebab mereka sudah jumpa SEBAB kukuh untuk sebuah pegangan. jadi kalau org lain sogokkan apa2 pun atau hentam mereka dengan idea2 yang leh lemahkan jiwa, mereka tidak mudah kalah dan tunduk.

teringat pulak pada adik saya, bila saya katakan padanya yang saya baru je masuk Islam tahun lepas.(sekadar mengambil analogi sebab dah nampak mengapa kita pilih Islam). terkejut dia. seolah2 selama ni saya bukan Islam je. tpi bukan lah sampai begitu. cuma itulah yang saya rasa bila sudah nmpak mengapa Islam tu unggul sampai ke hari ini.

Dalam arus kemodenan kini, kita lihat juga arus Tajdid seiringan bergerak agar Islam tetap unggul. saya rasa, masih ramai yang belum faham, kenapalah sesetengah pakcik, makcik, ustaz, ustazah ni dok ceramah sana, gi kelas agama, siap buat majlis2 agama kat kampung dan pelbagai lagi agenda Islam dimana2. pastu bila masuk kampus, banyak pula program2 yang mendedahkan kepada Islam sebenar. ade seorang sahabat sy kata "alaaa...ko boleh la handle program2 macam tu dan masuk kelas2 agama begitu. ko kan baik. aku malas la" (lebih kurang la ayatnya). saya terfikir pulak. eh? bukankah itu tanggungjawab? seorang Daie(pengajak kepada kebenaran) dan amanah dari Allah?

apa yang kita boleh dapat dari ayat kat atas? sesetengah dari kita belum faham tujuan hidup. belum ada sebab kukuh untuk berpegang kepada Quran dan Sunnah. malah belum cukup tetap dalam merealisasikan setiap detik2 kehidupan dengan Islam sebenar yg dibawa oleh Rasulullah dan rasul2 terdahulu. bimbang2...risau2..takut kalau xnampak sebab, mudah sgt beralih arah.

kat sini, saya cuma cakap tentang mengapa seseorang mudah berpaling dari pegangan yang dia pegang. mgkn sahabat lain ada idea dan cara untuk selesaikan, sila lah kongsi disini. semoga bermanfaat pada orang lain juga..insyaallah.

saya akui, sejak masuk kampus beberapa tahun yang lalu, saya alhmdulilah faham mengapa perlu berdakwah. dan saya faham apa yang ingin pendakwah capai dalam misi dakwah ni. banyak ayat2 Al-Quran yang menerangkan mengapa perlu berdakwah. hukumnya adalah WAJIB. seperti tertera dalam surah An-Nahl:125.

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ‌ۖ وَجَـٰدِلۡهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُ‌ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۖ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ (١٢٥)
"serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (perkataan yang tegas dan benar yang dapat membezakan antara hak dan batil) dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. sesungguhnya Tuhanmu, Dia lah yg lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang dapat petunjuk".

Surah Ali Imran:110


كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ‌ۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡڪِتَـٰبِ لَكَانَ خَيۡرً۬ا لَّهُم‌ۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَڪۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ (١١٠)
"kamu (Umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kerana kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah org2 yang fasik"

surah Al-Baqarah: 143


وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا‌ۗ ...........
" dan demikianlah pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) 'umat pertengahan' agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Nabi Muhammad SAW) menjadi saksi atas perbuatan kamu. .............."

Allah menjadikan kita umat pertengahan, yang sederhana agar layak untuk berdakwah pada yg lain. Allah menjadi saksi kepada dakwah Rasulullah dan Rasulullah menjadi saksi atas dakwah kita kepada ummah.


sudah terbukti bahawa, mengajak kepada kebenaran dan mencegah keburukan adalah wajib. namun, apa aim kita? apa target kita? objektif dalam berdakwah dan mengajak kepada kebenaran? semata2 TAAT pada perintah Allah sahajakah? tidak...kita memang DENGAR dan TAAT. tapi kita mahu Islam unggul, pesat, bersih dari anasir yg tidak Islam malah menjadi pujaan dan budaya semua makhluk dalam dunia ni.

saya percaya sahabat2 yg lain sudah maklum dengan ISK. INI SEJARAH KITA. kenapa kita kene belajar sejarah Islam? apa relevan nya? sebab sejarah itu akan berulang. cumenya watak dan masa yang berbeza. kalau kat sekolah dulu, kita belajar sejarah sikit2 je. xnampak seluruhnya dan kaitannya dengan Islam. tpi sebagai umat Islam, carilah sejarah kita yang semakin kita lupakan. kerana Islam pernah menjadi tamadun. kiranya mcm tamadun barat sekarang la. semua orang pun nak ikut budaya Islam pada masa tu. di zaman Abbasiyah, umat Islam adalah umat yg kaya raya. orang miskin tidak ada. ilmu pun orang barat pinjam dari kita. malah pakaian dan segala macam infrastruktur, kita yang menjadi idola. so....dakwah, dakwah juga. objektif dan aim, jgn lupa. target nya, dapat tamadun Islam. insyaallah. waktu tu, iman dan Islam menjadi penggerak ummmah dan rakyat. dah xde rasuah. dah xde rompakan dan pembunuhan. dah xde orang miskin hidup melarat sebab sedekah banyak sgt dan sebagainya. bayangkan, letakkan dalam hati dan masukkan impian ini dibawah minda sedar sahabat2 sekalian. mesti jadi realiti. insyaallah. haih..hidup pn aman je nak beribadah (^_^)

so? kesimpulannya apa? hehe..jika anda mahu percaya sesuatu, carilah sebabnya. sebab yang kukuh untuk sebuah kepercayaan. so, nanti kalau orang hentam kita, kita boleh la debat balik. silap2, dia pulak yang ikut kita. tapi biarlah kerana Allah sebabnya. dan kerana Islam tercinta.

nasihat buat saya juga..kalau buat sesuatu, fikirkan apa faedahnya. kalau ade sebab yang baik, buat lah, moga nya takkan sia2. tapi kalau mcm samar2 je kesannya, susah jugak nak berpegang pada amalan tuh.. semoga terus mencari dan istiqamah dalam Islam.

kalau ade kawan2 yang ade idea macam mana nak selesaikan masalah xde sebab dalam berpegang dengan sesuatu perkara nih, jgn lupa kongsikan tau! (^_^)V (peace!)

Khamis, 25 Disember 2008

Nahi Munkar... KUBUR LAIN2 LAH!!!

bismillahirahmanirahim...



hari ini terasa lelah sikit.
bahan assignment masih belum cukup. mgkin kene tanye kakak yang lain sama ada
mereka punya buku tentang ikhwanul muslimin atau biografi Hassan
Al-Banna..minggu depan dah nak hantar..


kepala terasa berat, perut pn
rasa lain macam..mgkin berbaring sebentar dapat melegakan kesakitan ni. sy capai
handphone. rasanya dah lama xdengar tazkirah. astaghfirullah.patutlah terasa
lemah saja sejak dua menjak ni. semuanya malas. nak menatap Quran lama2 pun
terasa berat. hati ini belum terisi dengan cukup..semoga Allah
ampunkan.


sy turn on IKIM.fm...terdengar
ustaz ZAhazan berbicara. hm...masih belum menangkap tentang apa bicaranya. dia
membacakan surah al-'Araf..tentang kewajipan berdakwah.atau menyeru kepada
kebaikan...




"JANGAN JAGA TEPI KAIN ORANG
LAH!!"....hm...rata2 kita sekarang sering mendengar ayat itu. " it's not ur
Business" atau "mind ur Business!"....


ustaz zahazan mula
menerangkan..ayat itu xsepatutnya keluar dari mulut setengah dari kita. kita
orang Islam yang perlu saling jaga menjagai. bukan nak concern sgt pun tentang
hal orang lain. tapi kalau dah tengok maksiat merata tempat, keburukan terhidang
berleluasa dan melibatkan orang2 yg kita sayangi, siapa tdak marah. mungkin ada
yang marah. mungkin ada jugak yang cakap, "ala....tak mampu la nak tegur..takut,
malas la nak pikir..nanti aku buat jugak camner plak..." macam-macam yang kita
dngar. itu semua alasan2 yang TIDAK MUNASABAH.


hal-hal maksiat dan keburukan
ini bukanlah hak individu. kalau kubur lain-lain pun, nanti kene seksa,
terdengar jgak jeritan orang sebelah yang Tak suka ditegur tu. bising
saja-sekadar berjenaka-


ustaz mengingatkan, ini bukanlah
hak individu. manusia itu hidup dalam kelompok. mereka saling memerlukan.
contohlah, kalau zina dibiarkan, sudah lah penyakit berleluasa...kalau
xberjangkit tidak mengapalah, ini tidak, habis budak xberdosa kene. tak padan
lagi tu, budak-budak sekolah pun mengikut. seolah2 apa yang ditonton, yang dah
selalu sangat terdedah itu jadi 'kebiasaan' atau 'kebolehan' untuk dilakukan.
ha! tengok! ini bukan kes individu kan? tapi hal masyarakat. kalau xtegur, takut
kene kat adik sendiri, atau kawan sendiri..dah kene, susah tu nak patah
balik...hm.....


rasanya ada ramai yang pernah
dengar. hadith tentang menegur org yg dalam kesalahan. sy xingat ayatnya. tapi
terjemahannya lebih kurang cmni. "jika xmampu menegur dengan tangan, tegurlah
dengan lidah. jika tidak mampu dengan lidah, cukuplah rasa benci didalam
hati..dan itu adalah selemah-lemah iman...


tapi, sampai bila asyik nak
simpan dalam hati, dan sampai bila nak buang air liur menasihati...padahal
maksiat nya sgt2 berleluasa...hm..fikir2 kanlah..

semoga kita terpelihara dari
semua tuh..


apa yg penting, bukan membenci
org yg berbuat kesalahan..kerana manusia itu lemah..semua org buat
salah...maafkan dan bimbinglah..kat luar sana, ramai yg perlukan kita...jadi,
JOM BERDAKWAH! :)


nasihati
aku....selalu....

Rabu, 24 Disember 2008

Baca, renungkan dan bertindak!!!

Baca, renungkan dan bertindak!!!

Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepadamurid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya.

Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantianmengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untukmengubahnya.

Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti.Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kitaumat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kitabegitu jelas membezakannya.

Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya.

Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika."Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zinatidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanparasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburanyang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa,materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanyasudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikitmenerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham cikgu..."

"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan."Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah , bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternat if dengan tongkat,dan lain-lain. Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.

"Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. .. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar."Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yangkuat.

Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgntapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu,kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumahdihancurkan. ..""Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akanmenghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda.Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehinggameskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam danmengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan."

"Inisemua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yangdijalankan oleh musuh musuh kita... ""Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?" tanyamurid- murid."Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.""Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akansedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan,mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar"."Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kitaberdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik takalaanak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiranmasing-masing di kepalanya...RENUNGILAH SAHABAT SEMUA..

TOLONG SEBARKAN PADA SAUDARA2 ISLAM KITA..MOGA ALLAH MEMBERI TAUFIQ DAN HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA... MARILAH KITA SAMA2 SEDAR BAHAWA AGAMA,BANGSA DAN TANAHAIR KITA SEMAKIN TERANCAM!UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN WANG RINGGIT, DILALAIKAN DENGAN KEINDAHAN DAN MEMUJA KESERONOKAN HIDUP, HINGGA HILANG MARUAH DAN HARGA DIRI!!JUSTERU, MARILAH, KITA BETULKAN APA YG TERMAMPU BERSAMA2..USAH HANYA BILA SEGALANYA SUDAH TERJADI, SAMA SEPERTI SAUDARA KITA DINEGARA2 LAINNYA, BARU KESEDARAN ITU TIMBUL, MUNGKIN MASIH BELUM TERLAMBAT TAPI KITA SUDAH TERLEWAT UTK MERUBAH DAN MEMBAIKI KEROSAKAN YG DIALAMI.
 

cahayahatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template