Memaparkan catatan dengan label politik. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label politik. Papar semua catatan

Ahad, 23 Ogos 2009

AL-FATEH SUMBER KEMBARA JIWA KAUM MUDA


assalamualaikum dan salam ramadhan buat semua. dlm meniti ramadhan ini, moga kita terus bercita2 untuk jadi yg terbaik, hamba terbaik, pelajar terbaik, sahabat dan jiran terbaik, dan pelbagai lagi role yg terbaik. dlm kesibukan study dan tarbiyah, sy terbaca ttg program yg mengetengahkan Al-FAteh sbg role model bg kaum muda di UIAM PJ baru2 ini.

kupasan yg sgt menarik dan pelancaran program yg sgt berjaya. andai ramadhan ini kita bercita2 untuk jadi individu terbaik, bagaimana pula jika selepas ini kita bercita2 untuk jadi pemimpin terbaik. seperti dua UMAR yg mencalit kemegahan sejarah kepimpinan Islam. harusnya begitu. menjadikan para sahabat dan org soleh dlm segenap ruang kehidupan kita sbg role modal.

so lepas ni sy bercita2 mahu mempunyai ciri2 wanita yg solehah sperti KHADIJAH, isteri Rasullullah yg penyayang dan memberi semangat. seperti NUSAIBAH yg xgentar dlm berjuang, seperti ASMA', anak yg solehah dan sebagainya. insyaallah (^_^)

kamu apa pula?

serba sedikit ttg AL-FATEH..

seorang raja yg soleh dan tegas. sejarah membuktikan pemerintahan baginda adalah kreatif, energetik dan sgt Isalamik. baginda telah memimpin tentera nya dlm " MISSION IMPOSSIBLE" apabila KONSTANTINOPEL yg sudah lebih 800 TAHUN cuba untuk diambil dari org KRISTIAN. tentera baginda dan baginda sendiri telah di 'claim' sbg pemimpin dan tentera yg terbaik dlm sebuah hadith Rasulullah SAW.

moga semangat kita kaum muda terus membara selepas mengupas peribadi baginda buat memimpin dunia...
syukran ustaz rijal82 for this article..

SILA CLICK DI TAJUK..

Gelombang "F.A.T.E.H Values" Melanda UIAPJ

Isnin, 13 April 2009

URGENT! Ukhwah Kita Di Ambang Kemusnahan..

Assalamualaikum semua. artikel ni saya ambil dari seorang sahabat di Indonesi. "We AreMuslim"

semoga Allah merahmati beliau...


"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (Al-Hujuraat: 10).

Seorang muslimah Arab pergi ke pasar Yahudi bani Qainuqa. Ia mendatangi seorang tukang-sepuh untuk menyepuhkan perhiasannya. Muslimah itu bermaksud menunggu sampai selesai, tiba-tiba beberapa orang Yahudi datang mengerumuninya. Dengan nada mengejek, mereka meminta kepada si wanita untuk membuka purdahnya. Permintaan itu ia tolak mentah-mentah.

Namun, secara diam-diam, si tukang sepuh menyangkutkan ujung pakaian yang menutupi seluruh tubuh itu pada bagian punggungnya. Ketika si wanita berdiri, terbukalah aurat bagian belakangnya. Melihat pemandangan itu, orang-orang Yahudi bersorak riang. Si wanita pun menjerit meminta tolong.

Kegaduhan segera terjadi. Seorang mukmin yang kebetulan berada di lokasi segera bereaksi. Secepat kilat ia menyerang tukang sepuh dan membunuhya. Orang-orang Yahudi menjadi murka karenanya. Mereka balas mengeroyok si mukmin hingga terbunuh.

Insiden itu sebagai awal pengkhianatan Yahudi Qainuqa. Sebelumnya, mereka terikat perjanjian untuk hidup damai berdampingan dengan umat Islam. Nyatanya, kedengkian yang memuncak membuat mereka tidak bisa mengendalikan diri. Akibatnya, Rasulullah beserta para sahabat mengepung mereka selama beberapa hari. Mereka kemudian menyerah dan siap menerima hukuman sesuai nota perjanjian. Keputusunnya, mereke diusir dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota Madinah. Ini terjadi pada bulan Syawal tahun kedua hijriah, seperti diriwayatkan Ibnu Hisyam dalam Shirahnya.

Insiden ini menjadi sebuah peristiwa bersejarah. Ia bahkan menjadi pemicu bagi perubahan peta politik Madinah saat itu. Qainuqa mendapat keadilan dengan diusir dari Madinah. Meski ada faktor lain sebelum insiden ini, yaitu kedengkian kaum Yahudi atas kemenangan umat Islam di Badar. Seperti statement mereka ketika menyambut seruan Rasulullah:

"Wahai Muhammad, apa kamu mengira kami seperti kaummu? Janganlah kamu membanggakan kemenangan terhadap suatu kaum yang tidak mengerti ilmu peperangan. Demi Allah, seandainya kami yang kamu hadapi dalam peperangan, niscaya kamu akan mengetahui siapa sebenarnya kami ini." (Al-Buthy, Fiqhus Shirah).

Melihat harga diri saudaranya dilecehkan, begitu besar solidaritas seorang sahabat. Begitu juga kecintaan sahabat terhadap Islam, tidak sudi melihat ajarannya diolok-olok. Begitu besar keputusan yang ia ambil, yang berisiko kematian bagi dirinya. Ia mencintai karena Allah, Ia membenci karena Allah. Dalam Islam, membela kehormatan ('irdl) adalah sebuah kemuliaan.

"Barang siapa terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid, dan barang siapa yang terbunuh karena membela darahnya maka dia syahid, dan barang siapa terbunuh karena membela agamanya maka dia syahid, dan barang siapa terbunuh membela keluarganya maka dia syahid." (HR Tirmidzi dan Nasa'i).

Ubadah bin Shamith, yang memiliki persekutuan dengan Qainuqa, secara tegas menyatakan kepada Rasululullah saw.,

"Sesungguhnya aku memberikan loyalitas kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin, dan aku melepaskan ikatan persekutuan dengan orang-orang kafir tersebut." (Al-Buthy, Fiqhus Shirah).

Apa yang melatarbelakangi sikap-sikap itu? Tak lain adalah cinta. Seperti perkataan Ibnu Qoyyim,

"Pangkal perbuatan dan pergerakan di alam ini adalah cinta dan keinginan. Cinta melahirkan pengorbanan. Cinta memunculkan rasa cemburu dan benci terhadap lawan yang dicinta. Karena itu, kata Rasulullah, Autsaqu 'urol iimaani alhubbu fillahi wal bughdhu fillahi (Ikatan iman yang paling kuat adalah kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah) (R Abu Dawud dan Ahmad). Benci dan cinta adalah setali mata uang.

Karena cintanya terhadap Islam, keimanan sang sahabat terusik manakala menyaksikan pelecehan terhadap saudara muslimahnya. Ubadah bin Shamit demikian juga langsung memutuskan hubungan perlindungan dengan mereka. Mereka ditautkan rasa solidaritas persaudaraan, karena sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Sikap mereka menggambarkan seakan mereka satu bangunan yang saling menguatkan, satu tubuh yang jika ada organ tubuh lain sakit, ia turut merasakannya, seperti pernyataan Rasulullah saw.,

"Permisalan orang mukmin dalam mereka saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menaruh simpati adalah laksana satu tubuh, yang jika salah satu dari anggota tubuh merasa sakit, seluruh anggota tubuh lainnya turut merasakan dampaknya dengan panas atau tidak bisa tidur." (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. juga bersabda, "Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain laksana sebuah bangunan yang sebagaian yang lain dengan sebagian yang lainnya saling menguatkan." (HR Bukhari dan Muslim).

Antara lain karena hal Itulah, mengapa dalam Asy-Syarhul Kabir dijelaskan bahwa ketika seseorang mempunyai kelebihan makanan, sedangkan ia membiarkan orang lain kelaparan hingga mati, maka wajib atasnya membayar diyat (penebus) kematian dengan hartanya sendiri dan harta keluarga dekatnya. Itu jika ia tidak sengaja membiarkannya mati kelaparan, jika ia sengaja, maka ada perbedaan pendapat. Sebagian Ulama berpendapat ia harus membayar diyat dari hartanya sendiri dan tidak boleh dibebankan kepada keluarga dekatnya. Sebagian yang lain berpandangan ia harus diqishas.

Juga karena sebab ini, disebutkan dalam Al-Bahrur Ra'iq,

"Jika ada seorang muslimah di bagian timur ditawan musuh, maka wajib bagi kaum muslimin yang berada di bagian barat bumi untuk membebaskannya."

Cuplikan fatwa ini menggambarkan betapa solidaritas sesama mukmin merupakan hal yang sangat urgen dalam Islam. Muslim laksana satu bangunan yang saling menguatkan. Muslim laksana satu tubuh dan satu jiwa. Derita mereka derita kita, kesulitan mereka kesulitan kita. Jika seorang muslimah saja yang ditawan di belahan timur menjadikan wajib bagi muslimin di belahan barat untuk membebaskannya, maka bagaimana dengan ribuan muslimah yang tidak hanya ditawan, melainkan dianiaya, diperkosa, dibunuh seperti dialami muslimah Bosnia Herzegovina? Bagaimana pula dengan pembantaian yang menimpa muslim Afghanistan, Kasymir, Moro, Maluku, Poso, dan kini Irak?

Sebagaimana penilaian banyak pihak bahwa pemerintah Indonesia hanya basa-basi dalam menyikapi invansi AS ke Irak, penilaian serupa tertuju pada masing-masing pribadi, adakah dalam ukhuwah kita juga hanya berbasa-basi? Sudahkah solidaritas kita selama ini--apapun bentuknya--merupakan perwujudan maksimal dari apa yang kita miliki dan usahakan? Masing-masing kita yang mengetahui jawabannya. Nastaghfirullahal adhim. Wallahu a'lam. (Abu Zahrah)

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Ahad, 22 Mac 2009

Orang Politik! Berbaloikah Ini Semua

Minda Tajdid: Dr. MAZA

Atas sebab yang tidak dapat dipastikan, pihak Mingguan Malaysia tidak menyiarkan artikel Dr Mohd Asri Zainul Abidin pada minggu ini yang bertajuk: Orang Politik! Berbaloikah Ini Semua.

Artikel ini sebenarnya mustahak dibaca terutama menjelang pemilihan dalam perhimpunan agong UMNO kali ini. Dinasihati para pemimpin UMNO dan perwakilan membaca artikel ini sebelum meneruskan perjuangan atau membuat pemilihan mereka.

Pihak DRMAZA.COM amat berdukacita kerana artikel ini tidak dapat dibaca melalui Mingguan Malaysia, maka dengan itu mereka yang melayari internet tidak memperolehinya. Pohon jasa baik pembaca mengedarkan artikel tersebut.


Orang Politik! Berbaloikah Ini Semua

Malas rasanya hendak mengulas keserabutan politik negara kita. Saya yang berada jauh di cerok Lampeter, Wales ini pun terasa betapa serabutnya kerenah politik dalam negara. Kadang-kala rasa letih perasaan hendak membaca berita-berita negara kebelakangan ini. Semuanya tentang kekeliruan politik.

Jika ada berita yang menyejuk jiwa seperti kisah kejayaan adik Nik Nur Madihah Nik Mohd Kamal yang berjaya dalam pelajarannya sekalipun dari keluarga miskin, tidak pula menjadi isu hangat untuk diperkatakan oleh masyarakat kita. Mungkin sekadar laporan media untuk sehari dua. Tidak enak barangkali untuk dihidang bersama rakan sebagai jamuan telinga seperti mana sedapnya mendengar cerita kekalutan politik.

Padahal pendidikan dan ilmu diperlukan secara langsung oleh setiap insan, sedangkan politik rakus dan ‘gila kuasa’ hanya untuk mereka yang dimabukkan oleh syaitan. Sehingga saya baca daripada satu sumber berita kononnya dijumpai ‘barangan bomoh’ yang diletakkan di bawah meja Perdana Menteri. Pelik bunyinya kisah-kisah politik kebelakangan ini. Apa yang patutnya rahsia, dikongsi semua. Ada yang patut dikongsi semua, menjadi rahsia.

Maka tertanya sekelian rakyat: “tangan-tangan siapakah gerangan?”. Jika saya yang berada di Lampeter United Kingdom ini iaitu satu kawasan yang dianggap ulu tetapi tenang, menghijau, dengan udaranya yang segar dan masyarakatnya yang agak mesra, pun terasa mual dan loya dengan berita-berita negara kita, apatahlagi perasaan rakyat yang prihatin yang hidup dalam negara.

Atau mungkin rakyat negara kita sudah sampai kepada satu tahap menganggap kisah-kisah kecurangan dan sensasi ahli politik adalah satu hiburan seperti mana kisah-kisah gossip artis. Padahal ada beza antara dua kelompok tersebut. Gossip artis mungkin kesannya tidak seburuk kecurangan ahli politik yang rasuah, salahguna kuasa, memecah belahkan masyarakat hanya atas kepentingan, membazir masa rakyat dan menggadaikan masa depan awam.

Membaca berita ahli politik; tikam menikam sesama sendiri, benci-membenci dalam mengejar kuasa, curahan wang dan harta kerana pangkat semata, dedah mendedah keaiban masing-masing dan berbagai lagi menjadikan dada kusut dan serabut. ‘Sembang-sembang’ mereka penuh dengan sumpah seranah dan permusuhan hanya kerana kuasa.

Kawan-kawan orang politik ramai yang munafik daripada yang jujur. Pujian untuk orang politik banyak yang dusta daripada yang ikhlas. Bak kata ungkapan pantun dalam lagu: Inikah dia lakonan hidup, di pentas dunia insan berpura. Tipu dan daya mencapai maksud, budi dan harta merangkum noda.

Hairan kita dengan orang politik, apakah candu yang mereka telan sehingga mereka sanggup berada di alam yang seperti itu. Apakah yang mereka kejar untuk memperolehinya sehingga mereka sanggup meredah badai kesakitan jiwa dan perasaan yang sedemikian. Apakah mereka mengejar kuasa tanpa bahagia? Atau kuasa bersama derita? Atau biar derita asal berkuasa? Atau mereka sebenar tidak berjumpa dengan nikmat hidup bahagia? Atau mereka bak apa yang Allah firman dalam al-Quran: (maksudnya)

“Oleh itu, janganlah engkau tertarik kepada harta benda dan anak pinak mereka, (kerana) sesungguhnya Allah hanya mahu menyeksa mereka dengan itu semua dalam kehidupan dunia” (Surah al-Taubah: ayat 55).

Sejarah seantero dunia meriwayatkan cerita-cerita politik itu penuh dengan riwayat sengsara dan derita. Orang yang tamakkan kuasa sebenarnya mengidap sejenis penyakit gila yang mungkin bertindak di luar dari kebiasaan insan yang normal. Dia mungkin berbohong, khianat, rasuah, menzalimi insan lain, bahkan mungkin membunuh atas kegilaan yang luar kawalan. Dia sanggup mengorbankan segala-galanya, hanya kerana kuasa.

Tetapi yang pasti jika diteliti, mereka ini hilang kewarasan, kebahagiaan dan ketenteraman hidup. Jiwa mereka miskin. Bayang-bayang ketakutan atas dosa dan hilang kuasa memburu mereka setiap waktu dan penjuru. Perasaan resah apabila bersendirian tanpa pengikut, atau sendiri bermimpi ngeri bimbang hilang pengaruh. Demikianlah insan apabila Allah dan bayangan hari akhirat itu hilang dari jiwa seseorang insan.

Para pejuang kebenaran kerana Allah juga mungkin derita dan diseksa. Mungkin juga diuji dengan penderitaan fizikal dan tekanan perasaan sebagai insan. Namun, keimanan, keikhlasan dan harapan mendapat ganjaran di sisi Allah sentiasa menjadikan derita itu kecil, bahkan mungkin bertukar menjadi nikmat apabila apabila mengenang bahawa ujian dan bala itu penyebab ganjaran dan pahala serta menghapuskan dosa.

Jiwa mereka besar kerana tempat pergantungan mereka sangat agung. Ini seperti yang sering para pejuang sebutkan: “Jika aku dipenjara maka itu satu kerehatan. Jika dibuang negeri maka itu satu perlancongan dan jika aku dibunuh maka itu bererti syahid. Para pejuang kebenaran sentiasa damai kerana nampak ke mana jalan hendak dituju. Firman Allah dalam Surah al-Nisa’: (maksudnya)

“Dan janganlah kamu lemah (hilang semangat) dalam memburu musuh (yang menceroboh) itu; kerana kalau kamu menderita sakit maka sesungguhnya mereka pun menderita sakit seperti penderitaan kamu; sedang kamu mengharapkan daripada Allah apa yang mereka tidak harapkan dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana”.

Ugutan, ancaman, penghinaan, kezaliman dan segala rupa kesakitan hidup dirasai oleh orang politik dan bukan politik. Namun antara perbezaan mereka yang berkerja untuk menegakkan kebenaran kerana Allah dan mereka yang berjuang untuk kepentingan tembolok sendiri adalah ketenangan jiwa dan kehalusan perasaan yang penuh syahdu dan lunak yang tidak dimiliki melainkan oleh golongan yang pertama.

Golongan pertama iaitu para pejuang kebenaran kerana Allah, tanpa mengira atas pentas apa mereka berada; dakwah, politik, ekonomi, pendidikan atau apa sahaja, akan melalui kesukaran perjuangan mereka dengan mendekatkan diri kepada Allah, mengharapkan pahala dan keampunan serta tawakal yang penuh kepadaNya. Samada kemenangan atau ketewasan; semuanya dihayati sebagai nikmat pengorbanan untuk insan kerana Tuhan.

Firman Allah Surah Ali ‘Imran 173: (maksudnya)

“Mereka yang apabila diberitahu oleh orang ramai (pembawa berita) kepada mereka: “Bahawa manusia berkumpul untuk memerangi kamu, maka gerunlah kamu kepada mereka”. (maka berita itu sebenarnya) menambahkan iman mereka lalu berkata: “Cukuplah Allah untuk (menolong) kami, dan Dia sebaik-baik pengurus (yang terserah kepadanya Segala urusan kami)”.

Sebab itu dalam sejarah kuasa politik sekalipun hebat, gagal untuk menundukkan pejuang kebenaran yang ikhlas. Sekalipun tubuh dan harta para pejuang itu diseksa dan dirampas, tetapi jiwa penguasa juga yang menderita. Namun sejarah terus mencatatkan kedua kelompok itu sentiasa berterusan wujud sekalipun menghadapi berbagai rintangan.

Penegak kebenaran kerana Allah ada di setiap zaman menghadapi segala tribulasi perjuangan kerana memburu keredhaan Allah dan syurga yang dijanjikan. Sementara kelompok yang tamakkan kuasa juga wujud di setiap zaman disebabkan penyakit gila yang meresap ke dalam jiwa mereka. Mereka terbayang pada kuasalah segala keindahan dan keseronakan. Mereka lupa betapa ramai yang berkuasa itu telah hilang nikmat kebahagiaan jiwa. Sabda Nabi s.a.w:

“Kamu semua begitu bercita-cita terhadap jawatan kepimpinanan, ianya akan menjadi penyesalan pada hari kiamat. Ianya sesuatu yang nikmat pada permualaannya tapi keburukan pada akhirnya” (Riwayat al-Bukhari).

Ya, politik bukan semuanya buruk. Berpolitik untuk menegakkan kebenaran serta berpolitik dengan disiplin yang ditunjukkan oleh Allah dan RasulNya adalah tuntutan. Kita perlukan orang politik yang melaksanakan tanggungjawab kepimpinan berdasarkan wahyu Tuhan. Namun jika politik itu adalah kisah ketamakan dan kerakusan seperti yang sering kita dengar, ia sebenarnya adalah kisah insan-insan yang hilang bahagia, berpenyakit jiwa dan gila.

Maka ingin kita bertanya kepada mereka ini yang sengit bertarung saban hari: “Berbaloikah semua itu?”

Selasa, 10 Mac 2009

BOLEHKAH NAMA ALLAH DISEBUT OLEH ORG BUKAN ISLAM???

Kenyataan Dr Mohd Asri Berhubung Isu Nama Allah

Saya bukan jawatankuasa PAS, atau orang Kelantan, namun bagi saya sesiapa yang menempelak kenyataan YAB MB Kelantan tentang isu nama Allah adalah mereka yang kurang jelas tentang akidah Islam, atau mempertahankan apa yang mereka tidak faham.

Saya telah tulis isu ini lebih setahun yang lalu dalam artikel saya yang disiarkan dalam MM bertajuk BEZA ANTARA MEREBUT NAMA ALLAH DAN MEMPERTAHANKAN AKIDAH. Saya telah kemukakan hujah dan alasan bahawa mereka boleh memanggil Tuhan dengan ‘Allah’. Al-Quran dan Sunnah membenarkannya. Akidah bukan diukur dengan panggilan, tetapi dengan membezakan antara tauhid dan syirik.

Majlis Fatwa Perlis semasa saya menjadi mufti membuat keputusan sebulat suara keharusan bukan muslim memanggil Tuhan dengan panggilan Allah. Jangan kita nak divert isu politik, kita bangkit isu agama, nanti agama menjadi mangsa permainan manusia.

Saya nasihat kepada yang bising isu ini, jika nak berjihad, biarlah kena pada tempatnya.. Ini bukan isu yang patut kita bertarung kerananya. Jika ingin melarang bukan muslim guna nama Allah jangan sebut Islam melarang tetapi beritahu mereka peraturan Kerajaan Malaysia melarangnya atas sebab-sebab tertentu.

Jangan jadikan isu agama nanti mereka hairan lain al-Quran cakap, lain pihak yang memakai jenama agama cakap. Apa yang patut JAKIM fikirkan adalah bagaimana cara agar bukan muslim dalam negara kita lebih faham dan suka dengan Islam”

-Dr. Mohd Asri,
Lampeter, UK.

Selasa, 10 Februari 2009

Komen>>>>Perutusan Bekas MB Perak

salam alaikum buat semua...bagi sila ke laman web minda tajdid oleh Dr. Asri
MINDA TAJDID..semoga kita semakin faham apa yang seharusnya kita buat dalam menghadaoi kemelut politik sekarang..wallhualam..

Isnin, 9 Februari 2009

Perutusan Bekas MB Perak

assalamualaikum...saya amik ni dari sahabat saya melalui emel..sementara ni belum sempat sy nak komen..sila lah baca dulu ye...

Perutusan MB Perak, YAB Dato' Seri Ir. Mohamad Nizar Jamaluddin


BismilahirRahmanirR ahim.

Saya bersyukur ke hadrat Allah SWT atas kesihatan tubuh badan dan
kesabaran yang dianugerahkanNya kepada saya dan seluruh rakyat negeri
Perak Darul Ridzuan.

Saya mengambil kesempatan ini untuk menerangkan beberapa perkara
berkaitan perkembangan krisis di negeri Perak terutamanya selepas
upacara angkat sumpah Menteri Besar baru negeri ini yang berlangsung
di Istana Iskandariah petang tadi..

Dengan penuh rasa tanggungjawab, sukacita saya menyatakan bahawa
perlantikan Menteri Besar baru itu sesungguhnya adalah tidak mengikut
Undang-Undang Perlembagaan Negeri sebagaimana sepatutnya.

Apabila saya tidak meletak jawatan seperti yang dititahkan oleh DYMM
Paduka Seri Sultan Perak, sebenarnya saya telah pun meneliti semua
undang-undang dan peraturan yang berkaitan serta telah mendapatkan
pandangan dan nasihat daripada ahli dan pakar undang-undang.

Permohonan saya kepada DYMM Sultan untuk mendapatkan perkenan
membubarkan Dewan Undangan Negeri adalah menepati dan mengikut
peruntukan Undang-Undang Perlembagaan Negeri

secara jelas dan pasti. Perlembagaan memperuntukkan dengan jelas
bahawa pembubaran DUN sepatutnya telah pun berlaku setelah permohonan
perkenan saya kemukakan kepada DYMM Tuanku Sultan.

Saya juga yakin bahawa pembubaran DUN adalah langkah terbaik bagi
menyelesaikan kemelut politik negeri Perak. Biarlah rakyat membuat
keputusan. Saya percaya bahawa rakyat berhak membuat keputusan
berkenaan parti manakah yang rakyat mahu berikan mandat sebagai
kerajaan. Keputusan menyerahkan penentuan itu kepada rakyat adalah
bertepatan dengan prinsip demokrasi dan sistem Raja berperlembagaan
yang dijunjung bersama.

UMNO telah mencemarkan Institusi Raja melalui konspirasi yang sangat
kotor semata-mata kerana dendam kesumat dan nafsu melampau untuk
memerintah. Mereka sanggup mengheret Institusi Raja kepada kecelaruan
yang boleh menjejaskan penghormatan dan sanjungan rakyat terhadap
istana.

Tiga Kaedah 'Lucut Jawatan' Menteri Besar

Berhubung kecelaruan isu 'letak jawatan' atau 'lucut jawatan' saya
sebagai Menteri Besar, suka saya jelaskan kepada seluruh rakyat negeri
Perak bahawa Perkara 16(6) Undang-Undang Perlembagaan Negeri dengan
terang menyatakan bahawa 'lucut jawatan' saya hanya boleh berlaku
melalui 3 kaedah iaitu :

Pertama – pembubaran Dewan Undangan Negeri.

Kedua – undi tidak percaya dalam sidang khas Dewan Undangan Negeri.

Ketiga – saya meletak jawatan secara sukarela.

Tetapi apa yang terjadi sekarang, tiada mana-mana satu pun di antara 3
kaedah itu berlaku. Saya tidak meletak jawatan. Pembubaran DUN tidak
berlaku. Belum lagi berlangsung sidang khas atau apa-apa sidang
membincangkan usul undi tidak percaya terhadap saya. Maka bagaimana
boleh dikatakan saya bukan lagi Menteri Besar Perak?

Apabila saya masih lagi Menteri Besar Perak yang sah mengikut
undang-undang, maka adalah ganjil apabila dilantik seorang Menteri
Besar yang baru... Bukan saja ganjil, tapi salah. Perlantikan Menteri
Besar hanya boleh atau perlu dibuat apabila berlaku kekosongan jawatan
itu. Sehingga saat ini saya masih MB mengikut perlembagaan. Belum
berlaku kekosongan. Saya MB yang sah manakala Dato' Dr. Zambry adalah
MB tidak sah atau MB haram.

Fitnah Media Kawalan UMNO – Saya Nak Saman Sultan, Saya Arahkan Rakyat
Memberontak dan Saya Menjerit Di Pejabat

Hari ini timbul isu bahawa saya akan saman DYMM Tuanku Sultan. TV1 dan
TV2 serta semua saluran TV milik Media Prima menyiarkan berita itu.
Ini adalah satu fitnah yang sangat dahsyat. Tohmahan jahat ini dicipta
oleh UMNO untuk menimbulkan kebencian orang ramai khususnya rakyat
negeri Perak terhadap saya dan Pakatan Rakyat. Mereka mengulas isu ini
secara terarah untuk menjauhkan kita dari istana. Mereka mencipta
tuduhan ini untuk membangkitkan kemarahan orang Melayu terhadap saya
dan Pakatan Rakyat dengan tujuan menenggelamkan perbincangan tentang
pencabulan undang-undang yang mereka lakukan demi merampas kuasa.

Saya juga dituduh menggerak dan mengarahkan rakyat supaya bangkit
menentang istana. Media yang dikuasai UMNO menggambarkan saya
bertanggungjawab ke atas perhimpunan rakyat yang berlaku di merata
tempat dalam masa beberapa hari ini termasuk himpunan di Kuala Kangsar
yang tercetus kekecohan.

Sehubungan dengan itu, saya dengan ini menafikan sekeras-kerasnya
segala tuduhan dan fitnah yang dilemparkan terhadap saya. Saya tidak
mengeluarkan apa-apa arahan kepada rakyat untuk maksud berhimpun
menyatakan bantahan kepada istana. Semua ini adalah propaganda UMNO.

Media elektronik yang dipengaruhi UMNO juga memutarbelit laporan
mengenai insiden di pejabat saya iaitu pejabat Menteri Besar pagi
tadi. Mereka melaporkan bahawa saya 'menjerit' ketika kekecohan semasa
kehadiran puluhan wartawan.

Sebenarnya yang menjerit itu bukan saya. Yang menjerit ialah Dato'
Setiausaha Kerajaan Negeri iaitu Dato' Dr. Abdul Rahman Hashim yang
menghalau wartawan supaya keluar dari bilik itu. Wartawan dalam dan
luar negeri menjadi saksi tindakan primitif Setiausaha Kerajaan Negeri
yang menghalau petugas media di hadapan saya.

Saya tegaskan sekali lagi bahawa bukan saya yang menjerit seperti
dilaporkan oleh media elektronik pengampu UMNO. Saya nafikan
sekeras-kerasnya tuduhan itu. Anda boleh saksikan sendiri video yang
sempat dirakamkan oleh salah seorang wartawan ketika insiden itu.
Dato' Dr. Abdul Rahman Hashim yang menjerit.

Sukacita saya menyatakan sekali lagi bahawa saya menyanjung tinggi
Institusi Istana sepanjang sepuluh bulan lebih saya memikul amanah ini
dan saya telah memberikan kepatuhan saya kepada DYMM Tuanku Sultan
dengan sepenuh jiwa dan raga. Dalam perkara yang sedang berlaku ini,
saya sebenarnya bermaksud membela dan mempertahankan Institusi Diraja
bahkan Institusi Kesultanan Melayu seluruhnya supaya tidak dipandang
memihak kepada mana-mana kumpulan dalam isu ini. Saya tidak rela
rakyat menganggap Istana menyebelahi mana-mana pihak. Saya ingin
menyelamatkan istana daripada tohmahan rakyat. Saya ingin memelihara
kepercayaan rakyat kepada institusi ini iaitu institusi yang luhur dan
adil.

Pesanan Kepada Seluruh Rakyat Negeri Perak

Saya merayu kepada seluruh rakyat negeri Perak supaya janganlah
bertindak diluar batasan. Apa yang kita lakukan adalah usaha menuntut
keadilan serta menuntut diberikan hak kepada rakyat untuk membuat
pilihan sepertimana yang dijamin oleh perlembagaan.

Terimakasih kepada semua rakyat negeri Perak atas sokongan, pandangan
dan ucap selamat yang diberikan kepada saya. Saya sudahi dengan
wabillahi taufiq wal hidayah wassalamu alaikum warahmatullah.

IR MOHAMAD NIZAR JAMALUDDIN

Menteri Besar Perak

--
http://ultimatum21. wordpress. com
 

cahayahatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template