Memaparkan catatan dengan label QURAN DAN HADITH. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label QURAN DAN HADITH. Papar semua catatan

Isnin, 18 Januari 2010

Terminology yg Melekakan




Assalamualaikum..segala puji bg Allah yg Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani..
Terima kasih atas nikmat Islam, nikmat Sihat, masa lapang dan nikmat akal yg telah Kau berikan..moga kami jadi hamba yg bertaqwa..

menggarap informasi dengan hati bukan mudah..lantaran ilmu dan pendidkan kita diselaputi idea2 sekularism yg penuh dgn kelesuan dan agenda muslihat bernas. umat Islam mengmbil ilmu2 tersebut tanpa peduli apakah intipati sebuah ilmu yg dihidagkan.

belajar sejarah, ia meliputi segala aspek kehidupan..sy kira org sejarah ni sebenarnya boleh mengubah peradaban. kalau dia faham dengan hati. terminology dlm sejarah, waima subjek apa pun sgt lah penting. apatah lagi concept2 dlm islam yg mmg xleh diubah2 atau di terjemahkan lagi ke dalam bahasa lain kecuali bahasa arab.

Terminology

terminology adalah ilmu berkaitan dgn term atau konsep yg menggambarkan sesuatu perkataan yg digunakan pada sesuatu keadaan atau tempat. contohnya jihad. jihad ialah keadaan dimana jihad itu adalah berjuang kerana Allah (fisabilillah) untuk menegakkan kalimah Allah. (lihat sini : JIHAD). kebanyakan hadith Rasulullah adalah mengatakan bahawa jihad itu berperang dan berjuang. cumanya bahasa arab mendefinisikan jihad sbg bersungguh2. dari konsep Islam sendiri, jihad itu adalah turun untuk memerangi org kafir.(lihat sini: hadith2 Jihad Fisabilillah). contoh lain adalah term khalifah. khalifah dalam definisi Islam terbahagi kepada 2 iaitu khalifah Allah :

 وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً...

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi"…”
term khalifah yg lagi satu adalah pemerintah Islam. khalifah yg memerintah empire Islam tika Khilafah itu ada. ini juga dipanggil khalifah.dan banyak lagi terminology yg adakalanya Org Islam mengambil pandang sebelah mata dari sudut kacamata seorang orientalist barat.

Terminology berdasarkan Al-Quran

Al-quran dan hadith telah menjadi sumber kehidupan org Islam didunia dan akhirat. namun, cmpurtangan barat telah menggugah keyakinan kita terhadap beberapa aspek hukum dalam Islam sehingga kita menganggap nya hanya satu perkara yg remeh. contohnya jihad. umat Islam dilebih2kan dalam perkataan jihad bahawasanya jihad itu memberi ceramah, studi bersungguh2, jihad ekonomi dan sebagainya. dan kesannya umat Islam terleka untuk mencintai JIHAD fisabilillah seperti para sahabat dahulu. sehingga mereka merasa aman dari untuk berperang dan menegakkan kalimah LAILAHAILLAH. lalu, jadilah kita umat Islam yg tidak mencintai jihad dan kematian kerana Allah.

bagaimana pula term khalifah? khalifah yg difahami hanya khalifah Allah. lalu umat Islam tidak tahu atau tidak sedar bahawa perlu nya ada khalifah Islam untuk memerintah negara. lalu semangat memperjuangkan kembali sistem khilafah yg telah memberi Islam era gemilang tika zaman Abbasiyah, kini pudar ditelan zaman. kenapa? kerana kita pelajar Islam disogokkan dgn terminology berdasarkan concept semata2. ditmabah lagi dgn idea2 barat yg jauh dari kehendak Quran dan sunnah. lalu bagaimana? belajarlah dengan hati serta berhati2 dengan setiap istilah yg diberikan pada sistem2 dalam Islam agar kita tidak mudah terleka lagi.

mari mencintai Jihad dan bersemangat untuk melihat sistem Islam tertegak lagi dengan adanya khilafah. dan kala itu, empayar Islam kan jadi Ustaziatul Alam yg hebat disisi manusia malah juga disisi Allah. insyaallah..


p/s: lagi cerita ttg jihad di: JIHAD

Isnin, 13 April 2009

URGENT! Ukhwah Kita Di Ambang Kemusnahan..

Assalamualaikum semua. artikel ni saya ambil dari seorang sahabat di Indonesi. "We AreMuslim"

semoga Allah merahmati beliau...


"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (Al-Hujuraat: 10).

Seorang muslimah Arab pergi ke pasar Yahudi bani Qainuqa. Ia mendatangi seorang tukang-sepuh untuk menyepuhkan perhiasannya. Muslimah itu bermaksud menunggu sampai selesai, tiba-tiba beberapa orang Yahudi datang mengerumuninya. Dengan nada mengejek, mereka meminta kepada si wanita untuk membuka purdahnya. Permintaan itu ia tolak mentah-mentah.

Namun, secara diam-diam, si tukang sepuh menyangkutkan ujung pakaian yang menutupi seluruh tubuh itu pada bagian punggungnya. Ketika si wanita berdiri, terbukalah aurat bagian belakangnya. Melihat pemandangan itu, orang-orang Yahudi bersorak riang. Si wanita pun menjerit meminta tolong.

Kegaduhan segera terjadi. Seorang mukmin yang kebetulan berada di lokasi segera bereaksi. Secepat kilat ia menyerang tukang sepuh dan membunuhya. Orang-orang Yahudi menjadi murka karenanya. Mereka balas mengeroyok si mukmin hingga terbunuh.

Insiden itu sebagai awal pengkhianatan Yahudi Qainuqa. Sebelumnya, mereka terikat perjanjian untuk hidup damai berdampingan dengan umat Islam. Nyatanya, kedengkian yang memuncak membuat mereka tidak bisa mengendalikan diri. Akibatnya, Rasulullah beserta para sahabat mengepung mereka selama beberapa hari. Mereka kemudian menyerah dan siap menerima hukuman sesuai nota perjanjian. Keputusunnya, mereke diusir dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota Madinah. Ini terjadi pada bulan Syawal tahun kedua hijriah, seperti diriwayatkan Ibnu Hisyam dalam Shirahnya.

Insiden ini menjadi sebuah peristiwa bersejarah. Ia bahkan menjadi pemicu bagi perubahan peta politik Madinah saat itu. Qainuqa mendapat keadilan dengan diusir dari Madinah. Meski ada faktor lain sebelum insiden ini, yaitu kedengkian kaum Yahudi atas kemenangan umat Islam di Badar. Seperti statement mereka ketika menyambut seruan Rasulullah:

"Wahai Muhammad, apa kamu mengira kami seperti kaummu? Janganlah kamu membanggakan kemenangan terhadap suatu kaum yang tidak mengerti ilmu peperangan. Demi Allah, seandainya kami yang kamu hadapi dalam peperangan, niscaya kamu akan mengetahui siapa sebenarnya kami ini." (Al-Buthy, Fiqhus Shirah).

Melihat harga diri saudaranya dilecehkan, begitu besar solidaritas seorang sahabat. Begitu juga kecintaan sahabat terhadap Islam, tidak sudi melihat ajarannya diolok-olok. Begitu besar keputusan yang ia ambil, yang berisiko kematian bagi dirinya. Ia mencintai karena Allah, Ia membenci karena Allah. Dalam Islam, membela kehormatan ('irdl) adalah sebuah kemuliaan.

"Barang siapa terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid, dan barang siapa yang terbunuh karena membela darahnya maka dia syahid, dan barang siapa terbunuh karena membela agamanya maka dia syahid, dan barang siapa terbunuh membela keluarganya maka dia syahid." (HR Tirmidzi dan Nasa'i).

Ubadah bin Shamith, yang memiliki persekutuan dengan Qainuqa, secara tegas menyatakan kepada Rasululullah saw.,

"Sesungguhnya aku memberikan loyalitas kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin, dan aku melepaskan ikatan persekutuan dengan orang-orang kafir tersebut." (Al-Buthy, Fiqhus Shirah).

Apa yang melatarbelakangi sikap-sikap itu? Tak lain adalah cinta. Seperti perkataan Ibnu Qoyyim,

"Pangkal perbuatan dan pergerakan di alam ini adalah cinta dan keinginan. Cinta melahirkan pengorbanan. Cinta memunculkan rasa cemburu dan benci terhadap lawan yang dicinta. Karena itu, kata Rasulullah, Autsaqu 'urol iimaani alhubbu fillahi wal bughdhu fillahi (Ikatan iman yang paling kuat adalah kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah) (R Abu Dawud dan Ahmad). Benci dan cinta adalah setali mata uang.

Karena cintanya terhadap Islam, keimanan sang sahabat terusik manakala menyaksikan pelecehan terhadap saudara muslimahnya. Ubadah bin Shamit demikian juga langsung memutuskan hubungan perlindungan dengan mereka. Mereka ditautkan rasa solidaritas persaudaraan, karena sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Sikap mereka menggambarkan seakan mereka satu bangunan yang saling menguatkan, satu tubuh yang jika ada organ tubuh lain sakit, ia turut merasakannya, seperti pernyataan Rasulullah saw.,

"Permisalan orang mukmin dalam mereka saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menaruh simpati adalah laksana satu tubuh, yang jika salah satu dari anggota tubuh merasa sakit, seluruh anggota tubuh lainnya turut merasakan dampaknya dengan panas atau tidak bisa tidur." (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw. juga bersabda, "Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain laksana sebuah bangunan yang sebagaian yang lain dengan sebagian yang lainnya saling menguatkan." (HR Bukhari dan Muslim).

Antara lain karena hal Itulah, mengapa dalam Asy-Syarhul Kabir dijelaskan bahwa ketika seseorang mempunyai kelebihan makanan, sedangkan ia membiarkan orang lain kelaparan hingga mati, maka wajib atasnya membayar diyat (penebus) kematian dengan hartanya sendiri dan harta keluarga dekatnya. Itu jika ia tidak sengaja membiarkannya mati kelaparan, jika ia sengaja, maka ada perbedaan pendapat. Sebagian Ulama berpendapat ia harus membayar diyat dari hartanya sendiri dan tidak boleh dibebankan kepada keluarga dekatnya. Sebagian yang lain berpandangan ia harus diqishas.

Juga karena sebab ini, disebutkan dalam Al-Bahrur Ra'iq,

"Jika ada seorang muslimah di bagian timur ditawan musuh, maka wajib bagi kaum muslimin yang berada di bagian barat bumi untuk membebaskannya."

Cuplikan fatwa ini menggambarkan betapa solidaritas sesama mukmin merupakan hal yang sangat urgen dalam Islam. Muslim laksana satu bangunan yang saling menguatkan. Muslim laksana satu tubuh dan satu jiwa. Derita mereka derita kita, kesulitan mereka kesulitan kita. Jika seorang muslimah saja yang ditawan di belahan timur menjadikan wajib bagi muslimin di belahan barat untuk membebaskannya, maka bagaimana dengan ribuan muslimah yang tidak hanya ditawan, melainkan dianiaya, diperkosa, dibunuh seperti dialami muslimah Bosnia Herzegovina? Bagaimana pula dengan pembantaian yang menimpa muslim Afghanistan, Kasymir, Moro, Maluku, Poso, dan kini Irak?

Sebagaimana penilaian banyak pihak bahwa pemerintah Indonesia hanya basa-basi dalam menyikapi invansi AS ke Irak, penilaian serupa tertuju pada masing-masing pribadi, adakah dalam ukhuwah kita juga hanya berbasa-basi? Sudahkah solidaritas kita selama ini--apapun bentuknya--merupakan perwujudan maksimal dari apa yang kita miliki dan usahakan? Masing-masing kita yang mengetahui jawabannya. Nastaghfirullahal adhim. Wallahu a'lam. (Abu Zahrah)

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Ahad, 22 Mac 2009

Sebab Kepada Sebuah Perjuangan, Bukan Menurut Sahaja apa Orang Lain Kata

Bimillahirahmanirahim..

assalamualaikum sahabat semua. semoga hari2 yg berlalu menjadikan kita hamba Allah yg lebih baik. malah pegangan hidup dan sebab untuk teruskan hidup ini, semakin jelas bila usia semakin menginjak. jgn jadi seperti "pelompat-pelompat parti", atau "penagih2 hiburan". harga sebuah prinsip dan sebab untuk sebuah kehidupan, senang2 tergadai. belum berjuang, dah pun kalah. itulah sebabnya Islam tidak menggalakkan TAQLID. percaya dan ikut membabi buta. kalau org lain sogokkan dengan perkara yang lebih 'best', mudah sgt berpaling. saya bercakap dalam konteks hidup. prinsip dan sebab untuk berpegang kepada sesuatu kepercayaan.

"Islam Pusaka"...bak kata org. kebanyakan dari kita org Melayu khususnya, mmg ambil Islam dari pusaka. jadi tidak hairanlah kalau orang yg baru memeluk Islam lebih baik dari orang Islam yg sudah berpuluh tahun. sebab apa? sebab mereka sudah jumpa SEBAB kukuh untuk sebuah pegangan. jadi kalau org lain sogokkan apa2 pun atau hentam mereka dengan idea2 yang leh lemahkan jiwa, mereka tidak mudah kalah dan tunduk.

teringat pulak pada adik saya, bila saya katakan padanya yang saya baru je masuk Islam tahun lepas.(sekadar mengambil analogi sebab dah nampak mengapa kita pilih Islam). terkejut dia. seolah2 selama ni saya bukan Islam je. tpi bukan lah sampai begitu. cuma itulah yang saya rasa bila sudah nmpak mengapa Islam tu unggul sampai ke hari ini.

Dalam arus kemodenan kini, kita lihat juga arus Tajdid seiringan bergerak agar Islam tetap unggul. saya rasa, masih ramai yang belum faham, kenapalah sesetengah pakcik, makcik, ustaz, ustazah ni dok ceramah sana, gi kelas agama, siap buat majlis2 agama kat kampung dan pelbagai lagi agenda Islam dimana2. pastu bila masuk kampus, banyak pula program2 yang mendedahkan kepada Islam sebenar. ade seorang sahabat sy kata "alaaa...ko boleh la handle program2 macam tu dan masuk kelas2 agama begitu. ko kan baik. aku malas la" (lebih kurang la ayatnya). saya terfikir pulak. eh? bukankah itu tanggungjawab? seorang Daie(pengajak kepada kebenaran) dan amanah dari Allah?

apa yang kita boleh dapat dari ayat kat atas? sesetengah dari kita belum faham tujuan hidup. belum ada sebab kukuh untuk berpegang kepada Quran dan Sunnah. malah belum cukup tetap dalam merealisasikan setiap detik2 kehidupan dengan Islam sebenar yg dibawa oleh Rasulullah dan rasul2 terdahulu. bimbang2...risau2..takut kalau xnampak sebab, mudah sgt beralih arah.

kat sini, saya cuma cakap tentang mengapa seseorang mudah berpaling dari pegangan yang dia pegang. mgkn sahabat lain ada idea dan cara untuk selesaikan, sila lah kongsi disini. semoga bermanfaat pada orang lain juga..insyaallah.

saya akui, sejak masuk kampus beberapa tahun yang lalu, saya alhmdulilah faham mengapa perlu berdakwah. dan saya faham apa yang ingin pendakwah capai dalam misi dakwah ni. banyak ayat2 Al-Quran yang menerangkan mengapa perlu berdakwah. hukumnya adalah WAJIB. seperti tertera dalam surah An-Nahl:125.

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ‌ۖ وَجَـٰدِلۡهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُ‌ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۖ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ (١٢٥)
"serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (perkataan yang tegas dan benar yang dapat membezakan antara hak dan batil) dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. sesungguhnya Tuhanmu, Dia lah yg lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang dapat petunjuk".

Surah Ali Imran:110


كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ‌ۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡڪِتَـٰبِ لَكَانَ خَيۡرً۬ا لَّهُم‌ۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَڪۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ (١١٠)
"kamu (Umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kerana kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah org2 yang fasik"

surah Al-Baqarah: 143


وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا‌ۗ ...........
" dan demikianlah pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) 'umat pertengahan' agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Nabi Muhammad SAW) menjadi saksi atas perbuatan kamu. .............."

Allah menjadikan kita umat pertengahan, yang sederhana agar layak untuk berdakwah pada yg lain. Allah menjadi saksi kepada dakwah Rasulullah dan Rasulullah menjadi saksi atas dakwah kita kepada ummah.


sudah terbukti bahawa, mengajak kepada kebenaran dan mencegah keburukan adalah wajib. namun, apa aim kita? apa target kita? objektif dalam berdakwah dan mengajak kepada kebenaran? semata2 TAAT pada perintah Allah sahajakah? tidak...kita memang DENGAR dan TAAT. tapi kita mahu Islam unggul, pesat, bersih dari anasir yg tidak Islam malah menjadi pujaan dan budaya semua makhluk dalam dunia ni.

saya percaya sahabat2 yg lain sudah maklum dengan ISK. INI SEJARAH KITA. kenapa kita kene belajar sejarah Islam? apa relevan nya? sebab sejarah itu akan berulang. cumenya watak dan masa yang berbeza. kalau kat sekolah dulu, kita belajar sejarah sikit2 je. xnampak seluruhnya dan kaitannya dengan Islam. tpi sebagai umat Islam, carilah sejarah kita yang semakin kita lupakan. kerana Islam pernah menjadi tamadun. kiranya mcm tamadun barat sekarang la. semua orang pun nak ikut budaya Islam pada masa tu. di zaman Abbasiyah, umat Islam adalah umat yg kaya raya. orang miskin tidak ada. ilmu pun orang barat pinjam dari kita. malah pakaian dan segala macam infrastruktur, kita yang menjadi idola. so....dakwah, dakwah juga. objektif dan aim, jgn lupa. target nya, dapat tamadun Islam. insyaallah. waktu tu, iman dan Islam menjadi penggerak ummmah dan rakyat. dah xde rasuah. dah xde rompakan dan pembunuhan. dah xde orang miskin hidup melarat sebab sedekah banyak sgt dan sebagainya. bayangkan, letakkan dalam hati dan masukkan impian ini dibawah minda sedar sahabat2 sekalian. mesti jadi realiti. insyaallah. haih..hidup pn aman je nak beribadah (^_^)

so? kesimpulannya apa? hehe..jika anda mahu percaya sesuatu, carilah sebabnya. sebab yang kukuh untuk sebuah kepercayaan. so, nanti kalau orang hentam kita, kita boleh la debat balik. silap2, dia pulak yang ikut kita. tapi biarlah kerana Allah sebabnya. dan kerana Islam tercinta.

nasihat buat saya juga..kalau buat sesuatu, fikirkan apa faedahnya. kalau ade sebab yang baik, buat lah, moga nya takkan sia2. tapi kalau mcm samar2 je kesannya, susah jugak nak berpegang pada amalan tuh.. semoga terus mencari dan istiqamah dalam Islam.

kalau ade kawan2 yang ade idea macam mana nak selesaikan masalah xde sebab dalam berpegang dengan sesuatu perkara nih, jgn lupa kongsikan tau! (^_^)V (peace!)

Selasa, 10 Mac 2009

BOLEHKAH NAMA ALLAH DISEBUT OLEH ORG BUKAN ISLAM???

Kenyataan Dr Mohd Asri Berhubung Isu Nama Allah

Saya bukan jawatankuasa PAS, atau orang Kelantan, namun bagi saya sesiapa yang menempelak kenyataan YAB MB Kelantan tentang isu nama Allah adalah mereka yang kurang jelas tentang akidah Islam, atau mempertahankan apa yang mereka tidak faham.

Saya telah tulis isu ini lebih setahun yang lalu dalam artikel saya yang disiarkan dalam MM bertajuk BEZA ANTARA MEREBUT NAMA ALLAH DAN MEMPERTAHANKAN AKIDAH. Saya telah kemukakan hujah dan alasan bahawa mereka boleh memanggil Tuhan dengan ‘Allah’. Al-Quran dan Sunnah membenarkannya. Akidah bukan diukur dengan panggilan, tetapi dengan membezakan antara tauhid dan syirik.

Majlis Fatwa Perlis semasa saya menjadi mufti membuat keputusan sebulat suara keharusan bukan muslim memanggil Tuhan dengan panggilan Allah. Jangan kita nak divert isu politik, kita bangkit isu agama, nanti agama menjadi mangsa permainan manusia.

Saya nasihat kepada yang bising isu ini, jika nak berjihad, biarlah kena pada tempatnya.. Ini bukan isu yang patut kita bertarung kerananya. Jika ingin melarang bukan muslim guna nama Allah jangan sebut Islam melarang tetapi beritahu mereka peraturan Kerajaan Malaysia melarangnya atas sebab-sebab tertentu.

Jangan jadikan isu agama nanti mereka hairan lain al-Quran cakap, lain pihak yang memakai jenama agama cakap. Apa yang patut JAKIM fikirkan adalah bagaimana cara agar bukan muslim dalam negara kita lebih faham dan suka dengan Islam”

-Dr. Mohd Asri,
Lampeter, UK.

Jumaat, 27 Februari 2009

Analogi Pinggan

assalamualaikum..saya hanya mahu berkongsi sedikit daripada apa yang saya dapat dari seorang sahibah. insyaallah. saya cuma boleh menyimpulkan disini, betapa pentingnya analogi dalam berdakwah. disamping kita bercakap tentang Al=Quran dan hadis, amat mudah untuk menggunakan analogi bagi mad'u yang yang suka atau faham dengan kaedah ni. wallahualam (^_^)

honnney mk: slm ukhti
honnney mk: ape pndpt ukhti, semua org islam akan masuk syurga akhirnya walaupun hidupnya tak pernah melaksanakan ibadat pd Allah?
shada: waalaikumsalam
shada: setuju juga
shada: kerana masuk syurga itu adalah rahmat Allah
shada: memang ada ancaman keatas mereka yang tidak melakukan ibadah pada Allah
shada: iaitu seksaanNya
shada: namun, kasih sayang dan rahmat Allah juga penting
shada: seperti mereka yang baru masuk Islam dan mati selepas itu
shada: dia dikatakan sebagai tidak pernah beribadah kan?
honnney mk: dalilnya?
shada: tpi org sepertinya dijanjikan syurga
shada: dalil?
shada: wallhualam
honnney mk: yg mereka ttp akan msuk syurga...
shada: setakat yg sha tahu
shada: intan lebih tahu
shada: bukankah kalimah LAILAHAILLAH itu adalah kunci syurga?
shada: hadis kan?
shada: salam..andai temui jawapan, jgn lupa kongsikannya
shada: sha nk siap..gi counseling unit.. :)
shada: assalamulaikum



honnney mk: dah jumpe :)
shada: ape?
honnney mk:
Insya Allah semua orang Islam akan masuk syurga selagi
dia tidak mati di dalam syirik atau murtad...

Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim.
Hadis no 7638 yang bermaksud:
"Sesiapa yang mengucapkan tiada tuhan melainkan Allah
akan masuk syurga dan wajib baginya mendapat syurga."

Demikian juga hadis yang diriwayatkan oleh Imam
al-Bukhari di dalam bab pertambahan iman dan
kekurangannya yang bermaksud:
"Kemudian dikeluarkan dari neraka sesiapa yang telah
mengucapkan Tiada tuhan melainkan Allah dan di dalam
hatinya terdapat kebaikan sebesar biji gandum"
honnney mk: ada analogi pinggan juga
shada: hm..
shada: ceritakan
honnney mk: kalau org pinjam pinggan kite, ada 3 keadaan org akan pulangkan pinggan tu.
pertama, dlm keadaan dah basuh, maka kite terus letak kat tempat pinggan
kedua, dlm keadaan xbasuh lg, maka kite cuci dulu baru letak kat tmpat pinggan
ketiga, dlm keadaan dah pecah, maka kite terus buang dlm tong smpah, xletak kat tmpt pinggan langsung
maksud???
honnney mk: org pertama, dalam keadaan dah basuh, mksdnye dlm keadaan bersih, tiada dosa...
honnney mk: org kedua, ada titik hitam dlm hati, maka Allah cuci dulu dalam api neraka, bila bersih baru masuk syruga
honnney mk: org ketiga, pinggan pecah umpama org yg dah ranap akidahnya (kafir)
honnney mk: nauzubillah....
shada: oh
shada: analogi yg mudah
shada: alhmdulilah
shada: terima kasih intan :)

Sabtu, 1 November 2008

hadith

Berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yg saling mengunjungi karena-Ku. Berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yang saling mencintai karena-Ku. berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yang saling memberi karena-Ku. dan berhak atas cinta-Ku yaitu orang2 yang saling menolong karena-Ku

(HR Ahmad dan al Hakim)

 

cahayahatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template